Rabu, 17 September 2014

DAERAHKU



Kota Blitar yang juga dikenal dengan sebutan Kota Patria , Kota Lahar dan Kota Proklamator secara legal-formal didirikan pada tanggal 1 April 1906. Dalam perkembangannya kemudian momentum tersebut ditetapkan sebagai Hari Jadi kota Blitar. Walaupun status pemerintahannya adalah Pemerintah Kota, tidak serta-merta menjadikan mekanisme kehidupan masyarakatnya seperti yang terjadi dikota -kota besar. Memang ukurannya pun tidak mencerminkan sebuah kota yang cukup luas. Level yang dicapai kota Blitar adalah sebuah kota yang masih tergolong antara klasif ikasi kota kecil dan kota besar. Secara faktual sudah bukan kota kecil lagi, tetapi juga belum menjadi kota besar.
Membicarakan Kota Blitar, tidaklah lengkap kalau tidak menceritakan semangat kejuangan yang tumbuh berkembang dan kemudian terus menggelora serta menjiwai seluruh proses kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di kota ini. Di kota ini tempat disemayamkan Bung Karno, Sang Proklamator, Presiden Pertama RI, idiolog dan pemikir besar dunia yang dikagumi baik oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia. Kota Blitar juga merupakan salah satu tempat bersejarah bagi Bangsa Indonesia, dimana sebelum dicetuskannya Proklamasi ditempat ini telah diserukan kemerdekaan Indonesia yang diikuti dengan pengibaran Sang Merah Putih yang kemudian berujung pada Pemberontakan PETA oleh Sudanco Supriyadi.
Masyarakat kota Blitar sangat bangga sebagai pewaris Aryo Blitar, pewaris Soeprijadi dan pewaris Soekarno, yang nationalistic – patriotic. Pemerintah Kota Blitar sadar akan hal ini, semangat itu dilestarikan dan dikobarkan, dimanfaatkan sebagi modal pembangunan ke depan. Tidak heran kalau akronim PATRIA dipilih sebagai semboyan. Kata PATRIA ini disusun dari kata PETA, yang diambil dari legenda Soedanco Soeprijadi yang memimpin pemberontakan satuan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar pada Jaman Penjajahan Jepang, serta dari kata Tertib, Rapi, Indah, dan Aman. Selain itu, kata PATRIA memang sengaja dipilih karena didalamnya mengandung makna ” Cinta tanah air . Sehingga dengan menyebut kata PATRIA orang akan terbayang kobaran semangat nasionalisme yang telah ditunjukkan oleh para patriot bangsa yang ada di kota Blitar melalui roh perjuangannya masing-masing. Menjelajah Kota Blitar bisa menjadi agenda selanjutnya. Petualangan dapat dimulai dari Candi Penataran. Candi Hindu terluas di Jawa Timur ini dibangun pada tahun 1194 oleh Raja Syrenggra yang memerintah kerajaan Kediri antara tahun 1190 – 1200 dan diketemukan oleh Sir Thomas Stamford raffles tahun 1815. Pembangunan candi ini salah satunya dimaksudkan sebagai tempat pemujaan untuk menghindarkan dari musibah letusan Gunung Kelud yang pada saat itu sering terjadi. Candi yang memiliki beberapa komplek dengan susunan unik serta tidak terlihat harmonis ini menggambarkan bahwa pembuatan candi tidak dalam satu periode. Candi Penataran dibangun oleh dua dinasti yang bermusuhan, yaitu dari wangsa Isyana beralih ke wangsa Rajasa selama kurang lebih 250 tahun.
Setelah puas berkeliling sejarah candi, kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Gunung Kelud, sebuah gunung  aktif yang termasuk gunung yang sering meletus. Terakhir meletus tahun 2007 memunculkan kubah lava baru yang sekarang disebut dengan Anak Gunung Kelud. Ini salah satu fenomena alam yang menakjubkan. Perjalanan menuju lokasi termasuk nyaman dan lancar. Melewati jalan aspal yang mulus, pedesaan yang asri, perkampungan penduduk dan pemandangan sawah-sawah yang menghijau. Sebelum sampai ke kubah lava pengunjung harus melewati lorong jalan air kawah Kelud yang dibangun belanda pada tahun 1900. Lorong ini  merupakan pintu menuju Gunung Kelud. Sebaiknya wisatawan datang pada hari Sabtu dan Minggu, karena ada wisata malam untuk pengunjung yang bisa menikmati keindahan anak Gunung Kelud dengan cahaya warna-warni dari sorot lampu berkekuatan 30.000 watt.
Ketika di Gunung Kelud, jangan lupa untuk mencoba Jalan Misteri. Di Jalan Misteri ini, bila kita melihat adalah sebuah jalan tanjakan, namun bila kita meletakkan sesuatu benda yang bulat/bundar di jalan tersebut, benda itu akan menggelinding ke arah yang lebih tinggi. Aneh bukan? Jika tidak percaya bisa buktikan sendiri.
Terbentang dengan luas di sebelah tenggara Kota Blitar wisata alam yang tak kalah menarik. Untuk membuktikannya, lanjutkanlah perjalanan menuju Pantai Jolosutra untuk menikmati deburan ombak pantai selatan jawa yang menakjubkan. Di pantai ini pun rutin setiap tahun diadakan upacara Melasti yang merupakan ritual umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Nyepi. Ritual Melasti sebagai penyucian diri agar seluruh umat Hindu diberi kekuatan lahir dan batin oleh Sang Hyang Widhi dalam melaksanakan tapa brata atau menahan nafsu duniawi. Ritual ini ditutup dengan acara larung sesaji sebagai persembahan simbol kebulatan tekad untuk mensucikan diri dari segala bentuk dan niat serta nafsu angkara murka.

Satu lagi obyek wisata yang melekat di Kota Blitar yaitu Makam Bung Karno proklamator RI. Terletak tidak jauh dari pusat kota, makam Bung Karno dinaungi sebuah bangunan berbentuk Joglo, yakni bentuk seni bangunan khas budaya Jawa. Selain ziarah makam di areal kompleks makam Bung karno juga terdapat perpustakaan Bung Karno berisi koleksi buku peninggalannya serta Musium Bung Karno yang menyimpan banyak koleksi benda-benda peninggalan Sang Proklamator.
Masih banyak tempat lain di Blitar yang layak untuk didatangi. Pastikan momen liburan mendatang berjalan dengan seru dan menyenangkan. Nah, dari situlah saya bangga menjadi warga blitar karena selain budayanya yang unik, sejarah kota blitar pun juga turut berjasa untuk mengusir penjajah di indoneia
http://www.daladventure.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar